Nama :
Deskamtoro Dwi Utomo
Judul Karya : “Digaris Perjuangan”
Ukuran :
53 x 36 cm
Media :
Cat air diatas kertas
Tahun :
2015
Karya lukis yang dibuat oleh
Deskamtoro Dwi Utomo yang berjudul “Digaris Perjuangan” divisualisasikan dengan
gaya realis yang baik dengan penggambaran sesosok laki-laki dan anak
perempuannya yang menaiki sepeda dengan membawa gerabah untuk dijual. Semua
gerabah dinaikkan dalam keranjang dan ada pula yang diikatkan pada samping-samping
keranjang dikarenakan penuhnya keranjang.
Media yang digunakana adalah cat air
yang digunakan adalah cat air diatas kertas berukuran 53 x 36 cm dengan background putih warna asli kertas dengan
menggunakan teknik aquarel. Sedangkan warna pada karya tersebut sangat
didominasi oleh warna biru. Dalam karya ini seniman ingin menununjukkan bahwa
betapa susahnya mencari nafkah demi keberlangsungan hidupnya dan anaknya.
Dalam berkarya Deskamtoro Dwi Utomo mampu mengemas karyanya hingga memiliki
karakter tersendiri yang menceritakan tentang fenomena-fenomena yang terjadi
disekitar kita namun disimbolkan dengan sesuatu yang menarik dan penuh makna.
Visualisasi
yang ditampilkan oleh Deskamtoro Dwi Utomo adalah realis
menyerupai objek aslinya. Digarap dengan penuh ketelatenan dan kesabaran
sehingga menghasilkan karya yang apik dan menarik untuk dinikmati. Lukisan
nampak sejuk dipandang dengan perpaduan background putih kertas dengan biru
serta dengan objeknya berwarna kuning, biru, merah, hijau dan coklat. Karya Deskamtoro Dwi Utomo ini cukup memikat penikmat untuk
memahami apa arti dari lukisan tersebut dan apa pula arti garis kuning dengan
orang bersepeda bersama anaknya dengan membawa gerabah di keranjang sepedanya.
Penikmat akan berfikir sejenak mengenai perjuangan seorang laki-laki dengan
satu anak menjual gerabah keliling.
Deskamtoro
Dwi Utomo mengajak kita peka terhadap permasalahan kehidupan yang ada di
sekitar kita. Dengan tampilan seorang laki-laki mengendarai sepeda dengan anak
perempuan dan membawa keranjang berisi gerabah yang mengartikan hidup adalah
perjuangan dan terus berjuang hingga nafas terakhir memberikan pengalaman hidup
secara langsung pada generasi penerus adalah sebuah keharusan agar perjuangan
hidup kita tidak putus dan diteruskan lalu diperbaiki dan dikembangkan oleh
generasi selanjutnya. Kadang kala hidup mencapai pada sebuah batas dimana
setiap pribadi harus menyerahkan semua pada alam, dan alamlah yang
menyelesaikan sisanya.
Penialaian
keindahan suatu karya seni tidak hanya berdasar objek yang dilukis tetapi juga
menyangkut isi dan makna. Deskamtoro
Dwi Utomo
tidak serta merta lahir begitu saja, selalu berhubungan berdasarkan suatu
kejadian yang ada di sekitar atau pengalaman secara pribadi dirasakan dapat
digunakan sebagai sumber potensial yang dimaknai sebagai pengalaman estetik.
Hasil karya sebagai representasi emosi-emosi seperti kegembiraan, kesedihan
maupun amarah.


