SELAMETAN SUPERHERO
Lukisan
Heri Dono berjudul Selametan Superhero, dibuat pada tahun 2012. Lukisan
diagarap menggunakan akrilik pada media kanvas berukuran 120 x 150 cm. Lukisan
ini menampilkan subjek matter berupa 8 sosok manusia figuratif yaitu 7 sosok
superhero dalam maupun luar negeri dalam posisi seolah-olah duduk dan
mengelilingi satu sosok ditengah dengan kondisi berbaring. Keadaaan itulah yang
menggambarkan dimana sedang dilakukannya acara slametan dengan cara duduk
mengelilingi satu sosok yang digambarkan berupa sosok Semar yang sedang terbaring diantara ke tujuh
sosok superhero lain. Subjek matter didominasi dengan warna biru, merah, hijau,
serta warna hitam yang dijadikan background pada lukisan tersebut.
Teknik
yang digunakan pelukis yaitu menampilkan sosok manusia dengan pengungkapan
menggunakan gaya dekoratif dimana manusia digambarkan hanya berupa sosok saja
tanpa mempertimbangkan proporsi dan struktur secara terperinci. Dalam prosesnya
pun terlihat penuh suka cita melihat banyaknya sosok yang dapat tercipta. Warna
yang digunakan sendiri juga mencerminkan juwa dari senimannya itu sendiri.
Dibalik kesemuanya itu pasti tersirat makna yang dicoba ditebak oleh penikmat
lukisan ini, sebenarnya apa yang diinginkan daan apa yang ingin diungkapkan
melalui karya yang demikian.
Lukisan
Selametan Superhero karya Heri Dono terdiri dari garis-garis kontur yang amat
jelas, yaitu garis-garis nyata yang merupakan gambar garis seperti spiral,
lurus, yang memang berwujud garis. Sedangkan garis semu bisa terbentuk atas
pertemuan antara warna bidang, ruang dengan objek, dan juga garis kontur pada
setiap objek. Garis-garis tersebut sangat jelas dan mudah teramati oleh mata
kita, apalagi bila setiap unsur garis digambarkan sebagai garis nyata. Begitu
juga bidang yang merupakan bentuk diluar obyek mempunyai besaran yang tidak
sama.tampilan garis nyata (linear) dan garis semu dalam yang jelas, dengan
ukuran yang tidak sama. Postur objek yang dalam posisi duduk, memiliki ukuran
yang tidak sama dengan postur objek yang lain dengan posisi tidur. Warna objek
dan warna ruang mempunyai kapasitas warna yang tidak sama, sehingga dapat
diukur besarannya.
Selametan
Superhero adalah karya Heri Dono sebagai hasil kreasi dan budi daya yang
melibatkan latar sosial kultural yang termasuk dalam hasil kebudayaan.
Kebudayaan dapat diartikan sebagai keseluruhan pengetahuan, keyakinan, seni,
moral, hukum, adat-istiadat atau sistem makna yang terjalin secara menyeluruh
melalui simbol-simbol yang ditransmisikan secara historis, yang merupakan
pegangan hidup bagi kehidupan masyarakat pendukungnya. Karya Heri Dono tersebut
merupakan cerita tentang perubahan-perubahan ; riwayat manusia yang selalu
memberi wujud baru kepada pola-pola kebudayaan yang sudah ada. Tampilan karya
Heri Dono, mewujudkan karya-karya seni lukis yang baru dengan tidak lagi
mengindahkan bentuk manusia realistis, namun sudah dideformasi sedemikian rupa,
sehingga terbentuk manusia-manusia yang seperti Heri Dono ungkapkan.
Heri
Dono juga melibatkan berbagai unsur psikologisnya, diantaranya unsur mengamati,
berimajinasi, dan mengekspresikan itu semua termasuk dalam hal penciptaannya.
Proses mengamati tidak sekedar melihat, tetapi melihat dengan mata pikiran,
imajinasi dan kreativitas. Melihat adalah aktivitas yang aktif dan proses
dinamis. Penglihatan mampu memberikan kita pada persepsi, dimensi, dan
merangsang untuk berimajinasi. Melihat selalu tidak ada kaitannya dengan apa
yang kita lihat dengan apa yang kita yakini sebagai objek, maupun hubungan
antar objek.objek yang diamati dipandang sebagai suatu karakteristik visual,
seperti ukuran, bentuk, warna, dan teksturnya.
Dalam
proses berkarya, pelukis juga melibatkan unsur imajinasi, karena mata pikiran
kita mampu melihat pandangan yang mendalam, yang tidak terbatas pada tempat,
dan saat itu saja. Mata pikiran kita mampu membentuk, memanipulasi, dan
mentranformasikan imajinasi di luar batas-batas waktu dan ruang yang normal.
Walaupun demikian, imajinasi tersebut
seringkali hanya samar-samar dan sulit ditangkap, serta sangat mudah
hilang. Untuk itu perlu dibuka kembali ingatan visual dalam imajinasi tersebut.
Visual dari persepsi yang telah lampau. Jadi semakin banyak yang pernah kita
lihat dari alam, atau peristiwa yang mengesankan, semakin kaya
perbendaharaannya dan akhirnya semakin suburlah imajinasi tesebut. Oleh karena
itu imajinasi memungkinkan kita untuk mengenali peristiwa masa lalu, dan
merencanakan masa depan.
Seorang
Heri Dono dalam karyanya ingin menampilkan kematian dari atau matinya kekuatan
yang sangat berpengaruh dan menjadi panutan yaitu berupa budaya yang
digambarkan mengggunakan sosok semar pada zaman sekarang yang menggunakan
atribut dan dandanan yang modern yang sekitarnya juga dikelilingi superhero
lain yang sedang mendoakan dan sedang berduka atas matinya seorang panutan yang
coba di angkat oleh seniman melalui simbol-simbol dan permainan kata pada judul
yang tertera seolah-olah menjadi cerminan zaman sekarang ini dimana generasi
penerus sudah mulai lupa akan budaya dan cenderung acuh terhadap apa yang
sebenarnya menjadi harta dan aset yang perlu diperjuangkan, dan hanya
segelintir orang saja yang peduli dan
yang berjung untuk dsling menjaga.
Penilaian
secara umum tidak hanya pada hal yang nampak saja, melainkan harus mendalam
sampai pada tingkatan makna dan isi yang terkandung dsn tersirat di dalam
karya, prosesnya sendiri juga tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan,
karena biasanya si pelukis yang mudah ditebak dan ada pula yang harus melalui
proses yang lama dalam menilai suatu karya sehingga seniman yang sulit ditebak
akan mendapatkan apresiasi tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar