Jumat, 15 Januari 2016

KRITIK HOLISTIK “DIGARIS PERJUANGAN”


“DIGARIS PERJUANGAN”





Nama               : Deskamtoro Dwi Utomo
Judul Karya     : “Digaris Perjuangan”
Ukuran             : 53 x 36 cm
Media              : Cat air diatas kertas
Tahun              : 2015
           
            Karya lukis yang dibuat oleh Deskamtoro Dwi Utomo yang berjudul “Digaris Perjuangan” divisualisasikan dengan gaya realis yang baik dengan penggambaran sesosok laki-laki dan anak perempuannya yang menaiki sepeda dengan membawa gerabah untuk dijual. Semua gerabah dinaikkan dalam keranjang dan ada pula yang diikatkan pada samping-samping keranjang dikarenakan penuhnya keranjang.
            Media yang digunakana adalah cat air yang digunakan adalah cat air diatas kertas berukuran 53 x 36 cm dengan background putih warna asli kertas dengan menggunakan teknik aquarel. Sedangkan warna pada karya tersebut sangat didominasi oleh warna biru. Dalam karya ini seniman ingin menununjukkan bahwa betapa susahnya mencari nafkah demi keberlangsungan hidupnya dan anaknya.
            Dalam berkarya Deskamtoro Dwi Utomo mampu mengemas karyanya hingga memiliki karakter tersendiri yang menceritakan tentang fenomena-fenomena yang terjadi disekitar kita namun disimbolkan dengan sesuatu yang menarik dan penuh makna. Visualisasi yang ditampilkan oleh Deskamtoro Dwi Utomo adalah realis menyerupai objek aslinya. Digarap dengan penuh ketelatenan dan kesabaran sehingga menghasilkan karya yang apik dan menarik untuk dinikmati. Lukisan nampak sejuk dipandang dengan perpaduan background putih kertas dengan biru serta dengan objeknya berwarna kuning, biru, merah, hijau dan coklat. Karya Deskamtoro Dwi Utomo ini cukup memikat penikmat untuk memahami apa arti dari lukisan tersebut dan apa pula arti garis kuning dengan orang bersepeda bersama anaknya dengan membawa gerabah di keranjang sepedanya. Penikmat akan berfikir sejenak mengenai perjuangan seorang laki-laki dengan satu anak menjual gerabah keliling.
            Deskamtoro Dwi Utomo mengajak kita peka terhadap permasalahan kehidupan yang ada di sekitar kita. Dengan tampilan seorang laki-laki mengendarai sepeda dengan anak perempuan dan membawa keranjang berisi gerabah yang mengartikan hidup adalah perjuangan dan terus berjuang hingga nafas terakhir memberikan pengalaman hidup secara langsung pada generasi penerus adalah sebuah keharusan agar perjuangan hidup kita tidak putus dan diteruskan lalu diperbaiki dan dikembangkan oleh generasi selanjutnya. Kadang kala hidup mencapai pada sebuah batas dimana setiap pribadi harus menyerahkan semua pada alam, dan alamlah yang menyelesaikan sisanya.
            Penialaian keindahan suatu karya seni tidak hanya berdasar objek yang dilukis tetapi juga menyangkut isi dan makna. Deskamtoro Dwi Utomo tidak serta merta lahir begitu saja, selalu berhubungan berdasarkan suatu kejadian yang ada di sekitar atau pengalaman secara pribadi dirasakan dapat digunakan sebagai sumber potensial yang dimaknai sebagai pengalaman estetik. Hasil karya sebagai representasi emosi-emosi seperti kegembiraan, kesedihan maupun amarah.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar